Thursday, February 7, 2019

Kenapa Sih Harus Berorganisasi ?

Untuk mencari teman, untuk mencari pengalaman, untuk mengisi kegabutan. Apakah itu jawabannya ? Pasti masing masing-masing orang memiliki alasannya sendiri-sendiri kenapa ikut organisasi. Tetapi saat ini banya dari kita yang enggan untuk mengikuti organisasi. Banyak pandangan bahwa organisasi merupakan kegiatan yang orientasi kegiatannya hanya proker (program kerja) bukan untuk mencari pengalaman. Organisasi yang orientasinya hanya sebuah proker, proker, dan proker hanya akan memperbudak sumberdaya di dalamnya. Inilah yang membuat orang kapok kenapa harus ikut organisasi. Organisasi hanya membuang waktu, nggak ada manfaatnya, hanya dapat capek, uangnya habis, waktu buat main nggak ada. Jadi kalo begitu jadinya, harus bagaimana kita dalam membawa organisasi ?
Aku orang yang awam, orang yang kurang paham tentang organisasi, orang yang nekat dalam memutuskan, yang penting tanggungan selesai udah gitu aja. Tetapi apa dampak dari perilaku/kebiasaan yang saya lakukan itu. Dampak akan membuat orang disekitar memiliki pola pemikiran yang sama. Mengerjakan sesuatu hanya setengah-setengah, mengabaikan banyak hal, tidak mau berusaha maksimal. Jika perilaku terus dilakukan bagaimana masa depan organisasi, bisa saja organisasi akan berhenti bahkan mati karena kurangnya keseriusan dan jiwa memiliki yang kurang dari para pengurusnya. 
Perlu kita ketahui bahwa mengikuti organisasi itu penting tetapi di lain sisi kita juga harus menanamkan dalam diri kita bahwa kenapa kita harus ikut organisasi ? Apa yang akan kita cari, apa yang akan kita dapatkan, tanamkan sikap itu dalam dalam. Jadikan prinsip itu untuk masuk keorganisasi. Pegang dan laksanakan, jika kalian menemukan ada kejanggalan dari organisasi maka jangan sakit hati dengan organisasi yang anda ikuti. Tetapi cobalah untuk memperbaikinya. Semangat lurrddddd

Wednesday, January 16, 2019

Keep Fighting

Sampai manakah kamu berjuang hari ini ? Sampai ujung benua, ujung samudera, atau puncak gunung di Dunia ? Apa belum sampai sama sekali. Jika iya nasib kita sama. Sampai saat ini aku masih terus berperang menempuh puncak peradaban, puncak penantian, bahkan puncak kesuksesan. Pernah beberapa kali ingin menyerah menghadapi berbagai masalah, beban, bahkan tubuh yang tak sanggup berjuang lagi. Hanya semangat dari teman-teman yang membuatku bangkit lagi.
Saat ini, aku mulai berada di tempat yang disitu aku harus menjadi suri tauladan bagi orang lain. Seorang yang amanah, seorang yang pintar, seorang peduli, dan seorang yang benar. Memang berat berada di posisi ini. Tetapi akan sangat banyak pengalaman yang didapat. Tak tau seberapa banyak penderitaan yang akan kurasakan kedepannya, yang kuharapkan hanya aku inggi menjadi tangguh, terupgrade kapasitas diri ini, menjadi seseorang yang lebih dari yeng lebih. Walaupun dalam prosesnya pasti akan banyak orang yang menjauhiku karena ketidak sepahaman dalam hal pemikiran, kesalahan dalam memutuskan pilihan, dan emosi diri yang tidak terkontrol.
Meskipun itu yang akan kuterima dan kualami itu tidak masalah. Hidup bukan hanya untuk berada di zona nyaman, hidup itu juga perlu tantangan (calange), perlu tempaan, perlu penderitaan agar kita tau bahwa hidup itu perlu proses dan tidak instan. Terus sadar diri, sadar kesalahan, dan sadar posisi untuk menjadi lebih baik. Tak perlu terlalu meminta muluk-muluk, menginginkan ini dan itu, mengharapkan banyak hal, tetapi yang terpenting adalah terus berusaha semaksimal mungkin, terus berjuang tanppa akhir, dan tetap bangkit walaupun dalam keadaan terpuruk. 

Monday, November 5, 2018

Siapa Yang Bertanggung Jawab ?

Kini perilaku manusia kian hari semakin tak bisa dikendalikan. Kepedulian terhadap lingkungan semakin berkurang. Banyak perilaku-perilaku yang merugikan lingkungan. Walaupun sudah banyak larangan tetapi semua tidak diperdulikan. Seakan-akan hidup tidak berkelanjutan, tidak memikirkan kelangsungan hidup anak cucu masa depan. Jika sudah rusak siapa yang akan bertanggung jawab atas semua ini ? Siapa yang akan memperbaiki dan mengembalikan ke bentuk semula ? Jawabannya adalah kita sendiri, apakah kita sudah mampu menjaga lingkungan ini dengan baik, dengan tidak berperilaku buruk seperti membuang sampah sembarangan, menebang pohon secara besar-besaran, melakukan pemburuan hewan liar, dan perilaku buruk lainnya.
Apakah kita sudah melakukan kegiatan konservasi hutan, bersih sungai, atau membiarkan hewan liar tetap hidup di alamnya? Jika memang belum setidaknya kita bisa mengurangi dengan hal-hal kecil. Memulai untuk membiasakan diri mencintai lingkungan sekitar. Membuang sampah pada tempatnya, syukur-syukur mengambil sampah orang lain ke tempat sampah. Apakah sulit untuk membiasakan perilaku tersebut? Bagi kita yang belum terbiasa pasti sulit, enggan, bahkan tidak mau.
Meskipun hanya masalah sepele, membuang sampah kecil seperti bungkus permen atau puntung rokok sembarangan akan menimbulkan dampak yang besar. Coba mari membayangkan sebentar, andaikan seratus orang membuang puntung rokok atau bungkus rokok dalam waktu yang bersamaan dan setiap hari. Sudah berapa banyak sampah yang dihasilkan selama sebulan, setahun, atau bahkan berjuta-juta tahun kemudian.
Sungguh sangat disayangkan bumi yang menampilkan keindahan yang tak ada tandingannya dirusak begitu saja. Kemarin ketika sedang berjalan-jalan di daerah magelang tepatnya di dataran kaki Gunung Sumbing sempat melihat beberapa sungai di bawah jembatan yang banyak sekali sampah berceceran. Mayoritas didominasi sampah plastik yang proses penguraiannya membutuhkan waktu ratusan tahun. Dan kenapa harus disungai tempat air mengalir ? kenapa juga harus di daerah hilir ? Dampak dari tindakan tersebut akan memberikan pencemaran di seluruh bagian sungai yang dialirinya. Ketika musim hujan semua sampah yang ada di aliran sungai akan terangkut menuju laut dan akhirnya berdampak lagi pada makhluk hidup yang habitatnya di laut. Laut kini menjadi tempat pembuangan akhir.
Tidak ada waktu terlambat untuk memulai, cobalah untuk membiasakan diri dari perilaku-perilaku baik. Mulailah menjaga kebersihan, taati aturan dan laksanakan. Alam akan diam jika dibiarkan begitu saja tetapi alam akan menangis jika diperlakukan semena-mena. Jagalah bumi maka bumi akan menjagamu.

Saturday, December 9, 2017

Gumuk Pasir Parangkusumo


Gumuk Pasir Parangkusumo
Hai teman-teman ? Apa kabar hari ini ? pasti kalian semua sehat semua dan pastinya juga bahagia. Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman bermain ke Gumuk Pasir Parangkusumo. Widih keren kan, kalian sudah pernah main kesini belum ? pasti belum pernah kan, ayolah sekali-kali jalan-jalan menyusuri indahnya indonesia yang kekayaannya sungguh sungguh melipah baik dari segi keindahan alamnya maupun keberagaman sukunya. Apalagi di Yogyakarta ini mempunyai banyak keunikan dan keistimewaan. 

Salah satu keunikannya adalah Gumuk Pasir Parang Kusumo. Kebetulan juga saya dari jurusan Geografi, makanya saya merekomendasikan kalian untuk bermain disini. Selain bisa bermain kalian juga bisa belajar bagamana terbentuknya daerah ini. banyak kenampakan-kenampakan unik yang perlu kalian lihat. Sebelum saya menyebutkan kenampakan yang ada di daerah ini saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu Gumuk Pasir.
Menurut ilmu yang saya pelajari dari referensi buku Djauhari Noor, Gumuk Pasir adalah suatu bentuklahan yang terbentuk akibat proses angin.  Angin adalah agen geomorfik yang sangat berperan dalam proses erosi. Proses kerja angin itu sendiri ada tiga yaitu pertama denga mengerosi kemudian tranportasi dan yang terakhir deposisi.

Proses yang pertama Erosi, pada proses ini angin memiliki 3 proses lagi yaitu dengan cara deflasi, abrasi, dan atrisi. Deflasi adalah pemindahan material hasil pelapukan oleh angin. Selain hasil pelapukan material juga dapat berasal dari endapan sungai, gletsyer, atau gelombang. Deflasi terjadi pada permukaan lahan yang kering yang diliputi oleh partikel kecil dan lepas. Deflasi sekaligus juga merupakan proses transportasi material Geomorphology. Abrasi adalah Badai pasir yang mengikis permukaan batuan pada suatu lereng curam, bukit, atau massa batuan lain yang menonjol di permukaan lahan. Ketinggian sekitar beberapa kaki (Ashari : 2013:12). 

Proses yang kedua adalah transportasi, dalam proses ini terdapat 3 cara yaitu dengan cara merayap, meloncat, dan melayang. Cara yang pertama dengan cara merayap, pada proses ini material pasir yang diangkut adalah pasir yang bersifat kasar. Ketinggian maksimum sekitar 1cm dan besar rayapan dipengaruhi oleh kekuatan angin. Jika kecepatan angin menurun maka  tidak akan terjadi pengankutan pasir dan pasir hanya akan mengendap di permukaan. Proses ini terjadi dengan cepat dan menempuh jarak terjauh. Proses yang paling dominan dalam pembentukan gumuk pasir sekitar 85%. Cara yang kedua dengan meloncat , Ketinggian lompatan pasir setinggi 1 cm hingga 1 m dan diameter pasir yang meloncat lebih kecil daripada yang merayap. Proses ini cenderung lebih lambat dari prose merayap dan memiliki jarak yang relatif dekat. Sehingga menghasilkan bentukan minor gumuk pasir, disebut gelembur pasir (sand ripples) yang memiliki ketinggian setinggi 1-5 cm dan panjang 50-300 meter. Pada proses ini hanya berperan 15% dalam pembentukan Gumuk Pasir. Cara yang ketiga adalah dengan cara melayang. Material yang diangkut umumnya berupa debu. Dan memiliki Ketinggian > 1m. Pada cara yang ketiga ini hanya berperan 0,02% dalam pembentukkan Gumuk Pasir (Arif Ashari, 2013: 14-16).
Proses yang terakhir adalah Deposisi.  Material yang mengalami pengangkutan oleh angin akan terendapkan secara selektif sehingga menghasilkan dua macam endapan yaitu akumulasi pasir dan endapan lumpur dan lempung. Endapan pasir dijumpai pada jarak yang tidak jauh dari sumbernya.  Endapan oleh angin tidak berarti selalu dekat dengan gurun, karena pada wilayah bukan gurunpun dapat dijumpai endapan pasir. Empat lingkungan bukan gurun yang dapat dijumpai endapan pasir adalah di sepanjang garis pantai, di sepanjang alur sungai pada daerah semiarid, di daerah batuan pasir yang telah mengalami pelapukan, dan di daerah outwash glasial.
Setelah terjadi proses diatas maka akan terbentuk suatu bentuklahan yang bervariasi. Yaitu ada yang terbentuk dari proses erosi yang meliputi Deflation Hollow, Yardang, Pans, Venifact, dan Zeugen. Sedangkan yang terbentuk dari proses deposisi berupa Gumuk pasir. Bentuk gumuk pasir sendiri ada berbagai macam yaitu seperti Gumuk pasir barchan, barchanoid, parabolik, linier(memanjang), melintang (transfer dunes), dan yang terakhir adalah loes.
Pada perjalanan yang kami lakukan pada Sabtu, 9 Desember 2017 menemukan bentuklahan eolin yang benar-benar ada. Dan sebelumnya belum pernah terpikirkan, yang tadinya hanya melihat bentuklahan di monitor ketika Desen menerangkan di kelas, sekarang aku benar-benar melihatnya. Ternyata indah sekali dan sangat luas, Banyak kenampak yang ada di Gumuk Pasir Parangkusumo ini, tetapi berhubung tujuan kami hanya sekedar main dan surve untuk keperluan praktik acara lapangn yang akan kami laksanakan pada tanggal 23 Desember. Kami tidak terlalu mengidentifikasi bentuklahan secara spesifik, kami hanya sekedar melihat dan foto-foto. Pokoknya sangat keren, Kenampakan yang saya lihat itu adalah Barchan. 
Menurut Arif Ashari (2013: 39), Gumuk pasir bulan sabit (barchan) cenderung terbentuk pada daerah yang pasirnya terbatas dan sedikit vegetasi. Ujung dan tanduk gumuk pasir ini berarah ke belakang dan pasir tersapu ke sekitar gumuk maupun ke atas serta melampaui puncak. Penampang gumuk tidak simetri pada puncaknya tetapi berangsur-angsur menjadi hampir simetri pada tanduknya. Ketinggian gumuk pasir sabit umumnya antara 5 hingga 15 meter dan maksimum sekitar 30 meter. Gumuk pasir bulan sabit ini mudah berpindah-pindah Gumuk yang kecil lebih cepat berpindah di banding yang besar.
 Di Gumuk Pasir Barchan ini terletak di pinggir jalan, kalian hanya perlu mencarinya di Google Maps, karena sekarangkan sudah era tehnologi jadi jangan gapteklah. Mari kita jelajahi keindahan-keindahan yang mempesona ini. Jangan hanya terbayangkan pergi ke luar Negeri. Di Negeri aja sudah bagus masak malah mau ke Negeri orang kan Buruk. Mungkin itu saja cerita singkat dari saya. Semoga bermanfaat teman-teman satu kalimat buat pembaca "Jangan lupa Bahagia"

"Mondo si Pemula Menuju Perubahan" 

Dewasa dan Rasa Sepi

 Haii gaiis bagaimana kabar kalian ? Semoga selalu sehat dan bahagia yaaaa. Amin hehehe. Gimana gais kalian sudah diumur berapa sekarang ? j...