Tuesday, November 5, 2019

EPISODE #4 Menuju Perubahan


    Perubahan adalah hal alami yang manusia lakukan sejak dalam kandungan, lahir kedunia dengan wujud bayi, berubah lagi menjadi balita, berubah lagi menjadi anak-anak, berubah lagi menjadi remaja, berubah lagi menjadi dewasa, hingga menjalin sebuah hubungan dengan seseorang dan mempunyai buah hati, dan berakhir tua hingga ajal menjemput. Perubahan tidak menekankan dalam hal fisik tetapi perubahan juga dapat dalam bentuk sifat. Sebelumnya berkepribadian buruk berubah menjadi baik, sebelumnya menutup diri menjadi terbuka, sebelumnya terikat menjadi fleksibel, sebelumnya sering berbohong menjadi jujur dan kebalikan-kebalikannya lagi. Ada manusia yang telah melalui pengalaman-pengalaman yang buruk dan menyesali segala kesalahannya. Akhirnya menjadi sadar dan dewasa untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Ada juga manusia yang sebelumnya terlalu baik memberikan semuanya sepenuhnya kepada orang-orang terdekatnya hingaa dia tersakiti dan berubah menjadi jahat. Seperti jika kita mengutip dalam film Joker, "Orang jahat ada karena orang sakit yang tersakiti" itu menjadi alasan terkuat seseorang untuk melakukan perubahan. Entah perubahan yang mengarah dalam hal kebaikan atau malah sebaliknya yang mengarah keburukan. 


    Tidak ada salahnya seseorang berubah, karena berubah bukan tanpa alasan dan tanpa sebab. Seseorang berubah karena mengalami hal-hal yang sebelumnya dia rasa perlu dirubah. Perubahan juga perlu ada dalam diri seseorang karena ketika mereka berubah itu berarti mereka sadar dengan kondisi sekitar yang menuntut dan mengharuskannya untuk berubah.

    Dalam episode sebelumnya kita belajar bagaimana Raihan melepas orang yang paling disayang dalam hidupnya. Berhari-hari Raihan meratapi segala tindakannya yang begitu jahat. Dia menyesali semua tindakannya, dalam kesendiriannya dia berkelana untuk menemukan jati dirinya, melangkah terus walau penyesalan demi penyesalan terus membayangi dan menguasai pikirannya. Raihan merasa ada yang salah dari dalam dirinya, ada yang perlu dirubah dari sifat buruknya. Walaupun sudah terjadi tetapi menyesali dan mengingat masa lalu hanya membuat Raihan tambah cemas dan takut. Akhirnya Raihan mencoba menetapkan hatinya lagi untuk kembali menata apa yang harus dilakukannya. Merubah sikap dan sifat yang sebelumnya buruk menjadi baik dan lebih baik lagi. Memang ini perlu proses dan waktu untuk kembali menyesuaikan dengan kondisi seperti semula tetapi nasi sudah menjadi bubur penyesalan hanya akan menghentikan langkahnya untuk berubah yang masih selangkah jauhnya.

    Kata maaf dan maaf hanya bisa Raihan ucap kepada orang-orang yang telah ia sakiti. Kata terima kasih dan terima kasih tak pernah berhenti ia ucap. Raihan kembali berfokus untuk meneguhkan hati merubah segala tindakan-tindakan buruknya.
    Bersambung . . .

Monday, November 4, 2019

EPISODE #3 Perpisahan Itu Pasti


    Dalam pertemuan pasti ada perpisahan, merelakan yang pernah tinggal, mengiklaskan yang pernah menetap, dan merelakan yang pernah mengisi setiap tawa dalam kehidupan. Walaupun terkadang berat untuk melepaskannya, tetapi jika memang itu yang sudah menjadi takdir apa yang bisa kita buat. Dalam episode sebelumnya kita belajar bangaimana memilih dan sekarang kita akan belajar bagaimana merelakan. Mimilih 2 pilihan yang sangat penting dan menjadi prioritas memang sulit, dan pasti akan ada salah satu yang kita tinggalkan. Pada saat itu juga akan ada perpisahan yang teramat sangat berat kita melepasnya. Setiap perpisahan juga pasti akan ada air mata yang menetes deras, kesedihan yang brlarut-larut menemani sepinya malam, kenangan-kenangan selama bersama menguasai pikiran yang membuat kita goyah, rapuh, jatuh, terpuruk, dan terdiam. Kekecewaan pasti ada, kenapa harus ada pertemuan jika akhirnya hanya berpisah, kenapa harus ada tawa jika akhirnya menangis.
    Tuhan sudah menakdirkan itu semua,  dunia diciptakan berpasang-pasang dan kita tak bisa menolak itu semua. Itu sudah menjadi takdir alam, yang harus kita sadari adalah bagaiman kita menerima setiap keputusan yang telah terjadi. Masa lalu ada untuk pembelajaran sekarang dan kebaikan masa depan. Terlalu memikirkan masa lalu, waktu yang terlewat hanya membuat kita semakin cemas  dan memikirkan masa depan membuat kita khawatir. Khawatir akan ketakutan-ketakutan yang akan terjadi, jika mengulang masalah itu lagi. Melakukan yang terbaik hari ini adalah langkah pasti, hasil di hari esok adalah jawaban dari keputusan yang kita ambil saat ini. Meratapi masa lalu hanya membuat kita semakin takut untuk melangkah, takut mengambil keputusan, takut melakukan hal-hal yang itu mungkit terbaik untuk kita. Masa lalu adalah bentuk pembelajaran, membentuk diri kita lebih baik dan lebih baik lagi.
     Kegundahan Raihan tentang pilihan yang akan diambilnya kembali menguasai dan menghantui pikirannya. Antara ingin menetap atau pergi, karena jika memilih salah satu pasti akan ada yang ditinggalkannya. Pikirannya goyah tak karuan, mengulang masa-masa yang pernah dijalani dengan kekasihnya. Mengingat waktu-waktu kebahagian yang pernah terjadi, apakah ini adalah akhir dari ceritanya. Tetapi, Raihan bingung, raihan sedih, raihan kesepian. Walaupun ada kenyaman yang pernah ada dalam dirinya namun kenyamanan itu hilang. Keresahan-keresahan yang sudah lama dipendamnya dalam menjaga hati yang tak mau ia lukai. Ternyata Raihan membuat hatinya rapuh, melukai hatinya sendiri dengan perlahan. Dia terlalu menyembunyikan kitidaknyamanannya karena ingin menjaga hati kekasihnya. Ketidaknyaman yang dipendam tertalu dalam menumpuk hingga rasa sayang hilang begitu saja.
     Suatu ketika Raihan menghubungi salah satu teman dekatnya untuk menetapkan pilihan mana yang akan diambil. Teman dekatnya waktu SMA bernama Eric (nama samaran). Larut malam pukul 00.00 dengan spontan Raihan menghubungi Eric. Dengan sapaan akrab yang selalu dia ucapkan “gimana kabarnya er ?” melalui via wa.
“baik han, kamu gimana kabarnya ?” balas erik“.
“Aku sedang dalam kondisi, tidak baik-baik saja er, aku pengen cerita”. Balas raihan dengan emot senyum.
“Ada masalah apa ?” balas erik.
“Aku bingung er, sekarang lagi-lagi aku dihadapkan pilihan yang sulit, hati yang lama tak mendapatkan sapaan, berlarut-larut mengalami kesepian, kembali disapa oleh seseorang” balas Raihan.
“Ada masalah apa dengan yang sebelumnya ?” balas erik.
“Sebenarnya ndak ada masalah, tetapi aku terpeleset lagi dibuat nyaman oleh seseorang yang itu menerimaku dengan tulus tanpa melihatku itu siapa, dan yang membuatku semakin yakin dia mengakumiku, yang sebelumnya belum pernah kualami” balas Raihan.
“Coba kamu renungkan lagi dengan yang sebelumnya, seberapa besar pengorbanan yang pernah kamu lakukan, ingat lagi masa-masa kalian bersama”. Balas erik.
“Iya aku ingat, seberapa lama aku berjuang untuknya, menunggu jawaban darinya, bersama-sama dengannya, entah kenapa masa lalu itu tak begitu berarti. Rasa yang pernah ada hilang begitu saja” balas Raihan.
“Jika memang rasa itu sudah hilang, cobalah ajak bertemu. Cari titik dan temukan rasa nyaman itu lagi, mungkin itu akan sedikit memberimu gambaran keputusan apa yang akan kamu ambil” balas erik.
“Oke siap, aku akan mencobanya”. Balas Raihan.
    Komunikasi berakhir dan membuat Raihan mempertimbangkan keputusan apa yang akan diambilnya antar menetap atau tetap pergi. Dengan kondisi yang teramat sangat lelah Raihan terbaring pulas di tempat tidurnya karena telah beraktifitas seharian. Ketika bangun di pagi harinya, pikirannya kembali dikuasai dengan pilihan-pilhan itu. Raihan merasa bahwa dia bukan laki-laki baik, dia telah menghianati hati yang telah kekasihnya jaga untuknya. Dia telah menghianati orang yang paling disayang kedua setelah keluarganya. Dengan perasaan itu dia merasa tak layak lagi untuk terus mempertahankan hubungannya.
      Pada hari itu juga dia langsung terpikirkan untuk mengakhiri hubungannya, tanpa sebab dan tanpa alasan yang jelas. Dengan sepontan dia langsung menghubungi kekasihnya lagi-lagi lewat via Wa yang kebanyakan digunakan oleh semua orang. Tanpa pikir panjang dengan kemantapan hati yang kuat Raihan langsung menghubungi kekasihnya dan memberi pesan bahwa Raihan bukan laki-laki yang pantas untuk menjadi kekasihnya. Dia sangat jahat telah menghianati hati yang kekasihnya jaga untuk Raihan. Dia bukan laki-laki yang mampu membahagiakan kekasihnya lagi. Pesan singkat itu dikirimkan tanpa ragu. Jawaban kaget dan syok dikirimkan oleh kekasihnya dan Raihan takut membuka pesan balasan karena pasti akan ada penolakan akan hal itu. Berkali-kali telepon berdering dari hpnya, tetapi Raihan tetap teguh untuk mempertahankan pilihannya dan berusaha untuk tenang dan seolah tak terjadi apa-apa.
      Hingga waktu berlalu sampai malam, ketika sampai di rumah Raihan memberanikan diri untuk membuka pesan yang dia kirimkan kepada kekasihnya. Balasan apa yang akan dia terima dangan pilihan yang dia ambil. Dan ternyata memang benar penolakan keputusan Raihan disampaikan oleh kekasihnya. Dia ingin mempertahankan hubungan yang telah lama dijalinnya, waktu yang tak sebentar menjadi dasar untuk mempertahankan hubungan, masa-masa indah yang pernah terjadi kembali teringat. Dan Raihan masih tetap teguh dengan pilihannya, dia bukan laki-laki yang baik, bukan laki-laki yang pantas, bukan laki laki yang mampu menjaga hati kekasihnya. Dengan balasan yang mungkin berat  diterima kekasihnya. Akhirnya balasan mengiklaskan dikirimkan kepada Raihan. Kucuran air mata menetes deras diantara keduanya.
        Obrolanpun singkat via Wa berakhir dan keduanya tertidur di kamar masing-masing dengan rasa kecewa berat yang tak mampu diterima kekasihnya.
        Bersambung . . .

Sunday, November 3, 2019

EPISODE #2 Dihadapkan 2 Pilihan

              
                Terkadang kita sering dihadapkan 2 pilihan yang membingungkan, hati yang belum bulat akan mempengaruhi keputusan apa yang akan kita ambil. Kita tidak bisa memili 2 pilihan secara bersamaan seperti selayaknya otak berpikir, tidak mungkin dalam satu waku kita memikirkan hal positif dan negatif, pasti ada salah satu yang mendominasi. Entah itu pikiran positif ataupun pikiran negatif tergantung bagaiman kita mengontrolnya. Dalam memutuskan pilihan juga bekerja seperti itu, harus ada yang ditinggalkan dan harus ada yang ditetapkan. Walaupun kadang salah satu akan tersakiti, karena yang satunya diprioritaskan. Tetapi apakah jika kita memilih keduanya itu adalah pilihan yang terbaik ? Tidak, memilih keduanya hanya akan menambah masalah semakin rumit. Naruto yang menguasai jurus kagebunshin No Jutsu saja mampu memilih dan memutuskan satu pilihannya bukan memilih keduanya atau bahkan semuanya.
                Pada kala itu sehabis kuliah selesai Raihan sedang makan di suatu tempat bersama Sherly. Biasa sering dia lakukan untuk mengobati rasa kesepiannya yang berlarut-larut tak kunjung terobati. Obrolan yang receh selalu melengkapi disetiap pertemuannya, hingga tiba disuatu saat Raihan mendapati pertanyaan yang teramat sangat membuatnya bingung, pertanyaan itu adalah “apakah kamu sudah punya pacar ?” dengan ekspresi yang tegang dan kaget dia terdiam sejenak. Jawaban apa yang akan keluar dari mulutnya. Berusaha untuk menyembunyikan tetapi apakah kebohongan dan kebohongan yang akan terus dia ucapkan. Terkadang jujur memang menyakitkan tetapi menyembunykan kebenaran lebih menyakitkan jika itu terus diucapkan. Akhirnya dengan berani Raihan mengatakan “Ya, sudah. Aku sudah punya pacar”, dengan nada yang lirih. Respon Sherly mendadak kaget, kekecewaan mungkin muncul dalam benak hati dan pikirannya. Sherly yang ingin mengenal Raihan lebih jauh ternyata fakta baru muncul dan membuat dia mengurungkan niatnya untuk dekat dengan Raihan lebih lama lagi.
                Meskipun respon Sherly berubah dan berbeda dari biasanya Raihan berusaha membuat Sherly tenang. Dia menjelaskan bahwa hubungan mereka selam ini kian renggang, Raihan merasa kenyamanan perlahan hilang. Entah karena keberadaan Sherly yang membuat Raihan lebih nyaman atau tumpukan rindu yang sudah lama tidak terobati mati dan hangus terbakar begitu saja. Raihan meyakinkan Sherly untuk tetap bersama walaupun hanya sekedar teman tetapi dia ingin hubungannya terus berlanjut, karena Raihan kembali menemukan kenyaman yang hilang darinya. Keraguan Sherly untuk menerima Raihan semakin menghantui pikirannya. Apakah Sherly akan percaya dengan kata-kata manis yang diucapkan Raihan ataukah emilih pergi dengan fakta yang telah diketahuinya. Obrolanpun berakhir karena waktu sudah menginjak malam hari. Raihan kembali mengantarkan Sherly menuju kampus untuk kembali melanjutkan aktivitasnya kembali dan Raihan kembali dihantui oleh pilihan-pilahan yang sulit antara mempertahankan, memilih salah satu, atau meninggalkan semuanya.
                Bersambung . . .

Saturday, November 2, 2019

EPISODE #1 Rasa Nyaman


        Rasa nyaman adalah titik dimana kita merasakan bahagia yang sebenarnya tanpa menutupi ciri khas diri, bersikap seadanya tanpa harus meniru orang lain, mendapatkan hal yang sebelumnya belum kita dapatkan, diperhatikan lebih dari biasanya, dan sendiri dalam ketenangan. Akhir-akhir ini Raihan (nama samaran) dihantui oleh ketakutan-ketakutan tentang orang-orang didekatnya. Sahabat, Pacar, Rekan Kerja, Dosen seakan menjauh. Sahabat yang biasanya menanyakan kabar dan mengharap kehadirannya kian menghilang, Pacar yang biasanya menemani dan selalu menghibur sibuk dengan kesibukannya, Dosen yang selalu memuji dan memberikan amanah perlahan mengabaikan, Rekan kerja yang selalu dipercaya menjauh begitu saja. Dalam kesendirian Raihan merasakan kebingungan yang teramat sangat berat. Seakan tidak ada seseorang yang mengharapkan keberadaannya lagi. Setiap selesai kelas selalu keluar begitu saja dan mampir di Angkringan biasa (Felik dan Temon namanya).
        Angkringan Felik dan Temon merupakan warung kecil yang berada di dekat Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta. Tempat ini biasa dipakai mahasiswa untuk nongkrong sebelum, jeda, dan selesai perkuliahan. Di tempat ini Raihan merokok dan ngopi dengan ditemani buku-buku motivasi yang selalu dibawanya. Dia bingung ingin mengajak siapa untuk mengeluarkan keluh kesah dan menghilangkan ketakutan yang selama ini menghantuinya. Teman yang berada di Lingungan Kampus seakan sibuk dengan urusan mereka sendiri dan tugas-tugas yang diberikan dosen. Akhirnya Raihan memilih untuk tetap sendiri dalam kegundahannya. Hari demi hari terus berlalu hingga Raihan menemukan titik kenyamanan dalam kesendirian. Dia merasakan kebebasan yang sebenarnya, tak ragu dalam mencoba dan melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah diakukannya. Berjalan sendiri dalam ketakutan-ketakutan yang selalu menghantuinya,. Membuka cakrawala pikirannya dalam setiap aktivitas kehidupannya. Menambah berbagai pengetahuan lewat buku yang dibacanya untuk menguatkan kegundahan yang selama ini dirasakannya.
          Beberapa hari telah berlalu, dan beberapa kegiatan juga sudah diselesaikannya. Raihan bertemu dengan seseoran wanita cantik bernama Sherly (nama samaran). Waktu itu dia berpapasan ketika Parade Ormawa di GOR UNY. Dari jauh Raihan melihat kecantikan Sherly yang terlihat jelas dari kejauhan. Rasa kagum menguasai pikiran Raihan melihat kecantikan Sherly. Dia terus memikirkannya dan mencoba untuk mengenal Sherly lebih jauh lagi. Tetapi karena ketakutan akan sosok Sherly yang begitu cantik dan Raihan yang bukan apa-apa menunda temu mereka berdua.
Pada kemudian hari raihan iseng-iseng menanyakan Sherly kepada temannya. Titip salam dan pujian cantik selalu diberikan untuk disampaikan kepada Sherly. Kesengajaan demi kesengajaan terus terjadi disepanjang aktivitasnya di Kampus. Raihan seringkali menemui Sherly dan mendapatkan senyumannya. Rasa nyaman itu semakin hari terus tumbuh tinggi dan besar. Tiba di suatu ketika Makrab (Malam Keakraban), Sherly datang di acara yang Raihan buat bersama jurusannya. Rasa senang muncul dalam benak hatinya karena kekosongan dan kesepian yang dia rasakan beberapa bulan terobati dengan keberadaan Sherly. Dia selalu memperhatikan dan menanyakan seperti apasih wanita cantik yang bernama Sherly ?
          Selesai acara makrab, Raihan kembali dikagetkan karena Sherly yang dia kagumi berpamitan langsung kepadanya. Dengan melihat tatapan yang penuh dengan ketertarikan mereka saling berpandangan, seakan waktu berhenti bergerak. Raihan pun tersenyum kegirangan, seseorang yang dikagumi datang dihadapannya yang sebelumnya tdak pernah dia bayangkan. Di hari berikutnya Raihan dihadapkan kegundahan yang lagi-lagi datang, diantara pilihan ingin mengenal Sherly atau tidak. Disisi lain Raihan sudah mempunyai pacar yang menjaga hatinya, tetapi karena jarak mereka jarang bertemu. Rasa rindu yang terus tertumpuk tanpa dipupuk perlahan hilang. Kini rasa sayang Raihan dengan pacarnya sudah tidak ada lagi. Berada dalam kondisi itu Raihan kemudian meyakinkan hatinya untuk mencoba berkenalan dengan Sherlu. Chat via DM instagram menjadi jembatan awal mereka kenal. Bermula dengan iseng-iseng menyapa "Selamat sore mba ?" berlanjut dengan sapa setiap temu.
          Raihan langsung mengambil kesempatan itu tanpa pikir panjang, ia ingin mengenal Sherly lebih jauh lagi. Hingga pada suatu ketika Raihan membahas topik yang baru trend saat itu. Film Joker yang menjadi sorotan nitizen di berbagai media khusunya instagram. Raihanpun mengajak Sherly untuk menonton film tersebut. Sherly menerima ajakan itu dan awal itu juga mereka saling mengenal lebih dekat lagi. Kenyaman semakin melekat diantara mereka berdua. Temu demi temu selalu dilakukan dalam hari-hari mereka. Walaupun hanya sebatas makan bersama, tetapi Raihan merasakan kenyaman yang sebelumnya belum pernah dirasakannya.
           Perlahan demi perlahan rasa nyaman tumbuh cepat tak terkendali, benih-benih cinta pun mulai muncul. Tetapi, Sherly merasa ada yang janggal dengan Raihan. Setelah ditelusuri lebih jauh, Sherly mengetahui bahwa Raihan sudah mempunyai kekasih. Hingga tibalah obrolan mereka yang mengarahkan kesitu, Sherly bertanya kepada Raihan "Apakah kamu sudah punya Pacar ?" tanya Sherly dengan begitu polosnya. Mendengar pertanyaan yang sebelumnya belum pernah terbanyangkan Raihan terdiam kaget. Pada saat itu pula dia merasa bingung apakah mau menjawab "sudah" atau "belum". Beberapa menit terdiam dan terpejam, kemudian Raihan menjawab "sudah" dengan rasa bersalah yang teramat sangat, peristiwa ini Raihan ulangi yang sebelumnya juga pernah dia lakukan juga.  Kemudian Raihan menjelaskan . . .

Bersambung . . .

Dewasa dan Rasa Sepi

 Haii gaiis bagaimana kabar kalian ? Semoga selalu sehat dan bahagia yaaaa. Amin hehehe. Gimana gais kalian sudah diumur berapa sekarang ? j...